Tuesday May 24, 2022

Harry Kane dan Raheem Sterling, Pisau Tajam Inggris di Euro 2021, Jaga Keseimbangan Taktik Southgate

Inggris memberikan apapun yang terbaik untuk mencapai Final Euro 2021. Detriminasi, metalitas, kecerdasan, disiplin hingga tekad untuk mengemas kemenangan. Memuji lini belakang Inggris yang dikawal Maguire John Stones adalah salah satu yang terus diagungkan supporter Inggris.

Tetapi, pujian tidak akan cukup untuk Harry Kane dan Raheem Sterling. Kane dan Sterling menciptakan duo yang sangat dinamis di lini depan, tugas keduanya tentu mencetak gol, tetapi Gareth Southgate, memberikan cara lain untuk menunjukkan kualitas keduanya. Inggris mungkin bukan tim yang paling mengibur, paling menyerang atau paling dominan selama Euro 2021.

Namun, yang Inggris suguhkan adalah keseimbangan, ini yang ditunjukkan Southgate, dan duo Kane Sterling memberikan yang Southgate butuhkan. Sulit bermain dengan keseimbangan seperti yang Southgate inginkan, kapan bertahan, dan menyerang bukan hanya ditentukan momentum, namun ketika menyerang harus berpikir cara bertahan, pun sebaliknya. Kane kesulitan dengan ini, di laga perdana, ia nyaris tidak mendapatkan bola yang diinginkannya.

Sterlin lebih nyaman, ketika memiliki tugas defensif, ia tidak melulu melakukan akselerasi, pengambilan keputusannya prima, dan golnya menghadapi Kroasia adalah buktinya. Bagi Sterling untuk bermain sebaik ini di sini seharusnya tidak mengejutkan. Dia telah (dengan segala hormat kepada Jordan Pickford yang brilian) pemain terbaik Inggris turnamen sejauh ini.

Dan meskipun ada momen di mana dia tidak mencetak gol, dia masih pemain Inggris yang menonjol. Southgate sebelumnya berbicara tentang pentingnya pemain yang bagus satu lawan satu untuk mengganggu pertahanan Ukraina. Itu sebabnya Jadon Sancho dimasukkan ke dalam starting XI, tetapi Sterling terbukti jauh lebih mahir membuat bek Ukraina kelimpungan.

Semuanya dimulai dengan Sterling, ia mengatur pola permainan dalam waktu empat menit, menusuk dari kiri dan memainkan umpan kecil yang halus ke Kane untuk gol pembuka. Dari sana, penyerang Manchester City terus menyebabkan masalah Ukraina setiap kali dia berlari ke arah mereka. Orang orang biasa mengatakan bahwa menggunakan seragam Timnas Inggris adalah hal yang berat pada beberapa pemain dan itu menghambat penampilannya.

Bagi Sterling, sebaliknya, setelah musim yang sulit bersama Manchester City, dia terlihat lebih baik kala berseragam Timnas Inggris. Tidak ada bek – tidak Simon Kjaer atau Jannik Vestergaard, bahkan Leonardo Bonucci atau Giorgio Chiellini – yang menginginkan berhadapan dengan Sterling. Sedangkan Kane, dinamikanya sedikit berbeda.

Dia baru saja menyelesaikan salah satu musim yang paling sukses secara individu dalam karir klubnya untuk Tottenham Hotspur. Namun, momentum itu, nampak terhenti sesaat di Timnas Inggris, saat melawan Skotlandia, Kroasia dan Jerman, dia terlihat tidak bergerak, tidak praktis dan tidak dapat mempengaruhi permainan, baik sebagai No 9 atau No 10. Cemoohan datang di babak kedua dalam pertandingan Jerman setelah gagal menceploskan bola di akhir babak pertama.

Tapi pemain seperti Kane hidup untuk mencetak gol dan dari menyundul umpan silang Jack Grealish, kapten Inggris telah menemukan permaiannnya. Dia bermain seperti pemain yang berbeda kala menghadapi Ukraina di Roma. Kane seolah olah melepaskan bebannya dan kembali menjadi si nomor 9 yang berbahaya.

Gol pertamanya menghadapi Ukraina adalah gol klasik dari pemain nomor 9, yang membuktikan bagaimana nalurinya sebagai pencetak gol adalah yang terbaik di Inggris. Semakin lama permainan berlangsung, semakin kepercayaan diri mengalir melalui dirinya. Kane menyundul tendangan bebas Shaw melewati mistar dan memenangkan tendangan bebas yang dicetak Harry Maguire dari awal babak kedua.

Tapi mungkin momen paling instruktif dari semuanya datang tepat sebelum Jordan Henderson menambahkan yang keempat. Kane, dengan bola yang jatuh di depannya, melakukan tendangan voli dengan kaki kiri di udara yang bisa diselamatkan oleh Heorhiy Bushchan dengan sangat baik. Siapa pun yang menonton Kane dapat membedakan antara Kane yang tajam dan Kane yang tumpul.

Sterling memulai turnamen ini jauh lebih baik dari Kane, tapi mungkin saja Kane bisa menyelesaikannya dengan lebih baik di laga Final.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to Top