Seorang Difabel Suntik Vaksin Astrazeneca, Optimis Sehat

Pandemi Covid 19 berdampak pada hampir setiap lapisan masyarakat. Termasuk Monik Gunawan, seorang difabel. Dulu, sebelum pandemi, meski memiliki keterbatasan karena tidak dapat berjalan, Monik tetap produktif. Ia bekerja sebagai freelance. Perempuan berusia 49 tahun ini juga berjualan cemilan di supermarket atau pusat perbelanjaan. Kadangkala, ia ambil job nyanyi di tempat karaoke.

Semenjak pandemi, semua kegiatannya sempat terhenti. Namun, pada tahun kedua pandemi Covid 19, semua mulai menerima dan menyesuaikan kebiasaan new normal. Oleh karena itu saat ada anggota Komunitas Indonesia melawan Libas Covid 19 (KILLCOVID) mengajaknya untuk melakukan vaksin pada hari ini, ia pun mengiyakan. Bertepatan hari lahir Pancasila, KILLCOVID menggagas Program Vaksinasi 5.000 warga pra lansia dari beragam golongan dan kelompok sesuai nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Read More

Saat mengikuti program vaksin ini, niatnya cuma satu yaitu tetap sehat dan terhindar dari infeksi Covid 19. Persiapannya mudah, hanya butuh Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta tekad. Sebelum divaksin Monik di scanning terlebih dahulu. Setelahnya ia diberi edukasi terkait vaksin. Ia mengaku sempat khawatir terkait informasi yang beredar di media sosial. Namun kekhwatiran tersebut ditepis melihat teman temannya yang juga melakukan vaksin.

"Kebetulan saya baru pertama kali. Ada ketakutan tapi dalam tiga bulan saya denger vaksin udah mulai luas, interaksi, sebagian temen saya sudah divaksin bangga dan sehat," katanya lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.